Loker di Indonesia: Perusahaan khawatir Gen Z lembek, tapi enggan rekrut senior yang tahan bantingSeptian Bayu Kristanto, Universitas Kristen Krida Wacana dan Hery Winoto Tj., Universitas Kristen Krida Wacana
Efek polemik MBG: Pengadaan motor listrik BGN tetap bakal dikritik meskipun prosesnya sahRudi Syaf Putra, Universiti Malaysia Terengganu
Bea parkir digabung ke pajak STNK: Praktis tapi berisiko merugikanAngga Marditama Sultan Sufanir, Politeknik Negeri Bandung
Trik ‘marketing’ jitu Denny Caknan meneruskan Didi Kempot memopulerkan musik JawaMuchammad Saifuddin, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Stabilisasi harga cuma mitos, nyatanya harga daging tetap meroket meski impor sudah dikuasai BUMNHasran, Center for Indonesian Policy Studies
Cek Fakta: Apa benar produksi minyak blok Rokan tertinggi di Indonesia setelah dikelola Pertamina?Robby Irfany Maqoma, The Conversation
Cek Fakta: Benarkah konflik Iran-Israel tak mengganggu impor pangan Indonesia?Robby Irfany Maqoma, The Conversation
Cek Fakta: Jokowi klaim impor beras tidak sampai 5% dari total kebutuhan nasional. Benarkah?Nurul Fitri Ramadhani, The Conversation
Cek Fakta: Jokowi klaim pengurangan emisi Indonesia sudah lampaui target. Benarkah?Robby Irfany Maqoma, The Conversation
Gaduh LPDP: Mengapa pilihan penerima beasiswa untuk tak pulang sangat rasional?Usman Arief, Universitas Gadjah Mada dan Imam Salehudin, Universitas Indonesia
Jebakan keuangan digital: mengapa Gen Z rentan terjerat pinjol dan ‘paylater’?Imam Salehudin, Universitas Indonesia dan Rahmat Aryo Baskoro, Universitas Indonesia
Sekolah Rakyat & Sekolah Garuda: Obsesi bibit unggul abaikan pemerataan pendidikanDini Dwi Kusumaningrum, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Angga Sisca Rahadian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Anggi Afriansyah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Fikri Muslim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Di balik kategori “miskin” BPS: Standar bertahan hidup, bukan taraf kesejahteraanAndri Yudhi Supriadi, Badan Pusat Statistik
Tren ‘10 ribu di tangan istri’: Romantisasi peran domestik di tengah ekonomi pelikKanti Pertiwi, Universitas Indonesia dan Hariati Sinaga, Universitas Indonesia
Stigma membuat perusahaan enggan merekrut orang dengan ‘Down syndrome’, studi saya menawarkan solusinyaAnis Wahyu Intan Maris, The University of Western Australia
Perubahan iklim menurunkan harga rumah tapi menaikkan pasar properti kumuh: risetS Sariffuddin, Universitas Diponegoro
Penyebab melebarnya ketimpangan ekonomi dari sudut pandang perpajakanJaya Darmawan, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
Aceh bangkit berkat partisipasi aktif masyarakat dan badan usaha desaAbd. Jamal, Universitas Syiah Kuala; Fitriyani, Universitas Syiah Kuala; Muhammad Nasir, Universitas Syiah Kuala, dan Putri Bintusy Syathi, Universitas Syiah Kuala
AI mendongkrak efisiensi pekerja, tapi tidak akan menggeser manusiaMarcel Lukas, University of St Andrews
Dipaksa kembali kerja dari kantor, penelitian tunjukkan fleksibilitas adalah kunci mempertahankan karyawanJohn L. Hopkins, Swinburne University of Technology
Tingkat keterampilan tenaga kerja nasional yang mengkhawatirkanAndree Surianta, Australian National University
Pentingnya edukasi ‘time value of money’ sejak diniTeresia Angelia Kusumahadi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Kenapa penjudi slot percaya bisa menang meski pasti kalah? Ini bagaimana operator memanipulasi bias psikologi pemainRayenda Khresna Brahmana, Coventry University
Pengguna ‘paylater’ meningkat: pentingnya regulasi dan ‘responsible lending’Muammar Syarif, The ConversationDengar selengkapnya
Derita warga sekitar PLTS Cirata: Bak layangan putus tanpa kepastian sumber nafkahIrfan Nugraha, Universitas Indonesia
Riset: menelaah penyebab dan cara melawan korupsi infrastruktur di IndonesiaRian Mantasa Salve Prastica, The University of Queensland
Pemimpin narsis tidak selalu buruk–riset buktikan mereka bagus mencari pendanaan ‘startup’Rayenda Khresna Brahmana, Coventry University
Sayang keluarga hingga cari pasangan, ini alasan generasi muda ingin beli mobil listrikWidya Paramita, Universitas Gadjah Mada ; Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc., Universitas Gadjah Mada ; Eddy Junarsin, Universitas Gadjah Mada ; Rahmadi Hidayat, Universitas Gadjah Mada , dan Rokhima Rostiani, Universitas Gadjah Mada
Menggali akar kemiskinan kronis masyarakat kawasan hutan: sebuah tantangan berkelanjutanAun Falestien Faletehan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Lampu kuning perekonomian: Tekanan berat dari eksternal dan internalAndi Ibnu Masri Rusli, The Conversation
Bagaimana ‘influencer’ dan fenomena FOMO, YOLO, FOPO memicu kita kalap belanja lewat media sosialArifatus Sholekhah, Universitas Gadjah Mada
Aceh bangkit berkat partisipasi aktif masyarakat dan badan usaha desaAbd. Jamal, Universitas Syiah Kuala; Fitriyani, Universitas Syiah Kuala; Muhammad Nasir, Universitas Syiah Kuala, dan Putri Bintusy Syathi, Universitas Syiah Kuala
Israel: mengapa boikot terhadap perusahaan tak akan banyak membawa perbedaanAisha Ijaz, Edge Hill University
Sayang keluarga hingga cari pasangan, ini alasan generasi muda ingin beli mobil listrikWidya Paramita, Universitas Gadjah Mada ; Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc., Universitas Gadjah Mada ; Eddy Junarsin, Universitas Gadjah Mada ; Rahmadi Hidayat, Universitas Gadjah Mada , dan Rokhima Rostiani, Universitas Gadjah Mada
Visi Misi Pemilu 2024: Menakar janji industrialisasi dan hilirisasi Paslon Capres-CawapresRiandy Laksono, Australian National University; Andree Surianta, Australian National University, dan Krisna Gupta, Politeknik APP Jakarta
‘Hedonic treadmill’: Mengapa kita selalu merasa kekurangan meski telah memiliki banyak uang?Novia Utami, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Bursa karbon dapat memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan plus melindungi hutan: Bagaimana caranya?Putu Sukma Kurniawan, Universitas Pendidikan Ganesha
Menggali akar kemiskinan kronis masyarakat kawasan hutan: sebuah tantangan berkelanjutanAun Falestien Faletehan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Bagaimana neoliberalisme dan Islamisme berkaitan dengan kerentanan dan solidaritas pekerja ‘gig’Diatyka Widya Permata Yasih, Universitas Indonesia dan Vedi Hadiz, The University of Melbourne
‘Platform coop’: bagaimana koperasi pekerja ekonomi ‘gig’ bisa meredam dominasi perusahaan teknologiSuci Lestari Yuana, Universitas Gadjah Mada
Dari potensi ‘bubble’ hingga eksploitasi: Menilik bisnis platform dan ‘gig economy’ yang digemari kawula mudaWhisnu Triwibowo, Universitas Indonesia dan Tri Andriyanto, Universitas Indonesia
Dari ojek hingga penerjemah: berapa banyak pekerja ekonomi gig di Indonesia dan bagaimana karakteristik mereka?Nabiyla Risfa Izzati, Universitas Gadjah Mada ; Media Wahyudi Askar, University of Manchester, dan Muhammad Yorga Permana, London School of Economics and Political Science
Disebut “mitra” tapi tak ada payung hukumnya: pekerja ‘gig economy’ tidak terproteksiNabiyla Risfa Izzati, Universitas Gadjah Mada
Menggali akar kemiskinan kronis masyarakat kawasan hutan: sebuah tantangan berkelanjutanAun Falestien Faletehan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Lulusan SMK sumbang angka pengangguran tertinggi, SMKN Jateng bisa jadi teladan perangi kemiskinanSonyaruri Satiti, Universitas Gadjah Mada
Berjasa turunkan kemiskinan, tapi petani tak kunjung sejahteraAditya Alta, Center for Indonesian Policy Studies dan Maria Dominika Mediana R B
Bansos seumur hidup untuk lansia miskin ala Yogyakarta – 4 hal yang perlu dipertimbangkan Pemda agar tepat sasaranYanu Endar Prasetyo, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Apa beda sifat Elon Musk dan Bill Gates? Riset baru tunjukkan kepribadian pendiri memengaruhi kesuksesan ‘startup’Fabian Braesemann, University of Oxford; Paul X. McCarthy, UNSW Sydney, dan Peggy Kern, The University of Melbourne
3 teknik meditasi dan ‘mindfulness’ yang dapat membantu kamu mengelola stres kerjaPadraic J. Dunne, RCSI University of Medicine and Health Sciences
‘Lookism’ dan diskriminasi di tempat kerja: bagaimana penampilan memengaruhi kesejahteraan seseorangNovia Utami, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
3 alasan perusahaan tolak pelamar yang punya tunggakan utang dan skor kreditnya burukWahyu Fahrul Ridho, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
‘Hedonic treadmill’: Mengapa kita selalu merasa kekurangan meski telah memiliki banyak uang?Novia Utami, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Kenapa penjudi slot percaya bisa menang meski pasti kalah? Ini bagaimana operator memanipulasi bias psikologi pemainRayenda Khresna Brahmana, Coventry University
‘Girl math’ mungkin bukan saran keuangan yang baik, tapi membantu perempuan merasa berdaya dengan uangnyaYlva Baeckstrom, King's College London
Sayang keluarga hingga cari pasangan, ini alasan generasi muda ingin beli mobil listrikWidya Paramita, Universitas Gadjah Mada ; Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc., Universitas Gadjah Mada ; Eddy Junarsin, Universitas Gadjah Mada ; Rahmadi Hidayat, Universitas Gadjah Mada , dan Rokhima Rostiani, Universitas Gadjah Mada
Menggali akar kemiskinan kronis masyarakat kawasan hutan: sebuah tantangan berkelanjutanAun Falestien Faletehan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Mendadak pulang, riset ungkap pekerja migran perempuan terjebak stigmatisasi dan beban kerja ganda saat pandemiTheresia Octastefani, Universitas Gadjah Mada dan Bayu Mitra A. Kusuma, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Riset: masyarakat Indonesia lebih gemar ‘ngopi’ di kafe lokal walau kafe asing bertebaranIin Mayasari, Paramadina University ; Adrian Azhar Wijanarko, Paramadina University ; Gilang Cempaka, Paramadina University ; Handrix Chris Haryanto, Paramadina University , dan Iyus Wiadi, Paramadina University
Riset temukan bagaimana elit meraup cuan dari sengkarut tata kelola nikel Sulawesi TengahLa Husen Zuada, Universitas Tadulako
Mengapa negara-negara ASEAN perlu mengumpulkan dana bersama untuk memberantas penangkapan ikan ilegal?Asmiati Malik, Universitas Bakrie
Miskin menurut siapa? Solusi menaikkan garis kemiskinan IndonesiaMade Anthony Iswara, SMERU Research Institute; Ridho Al Izzati, SMERU Research Institute, dan Veto Tyas Indrio, SMERU Research Institute
Evaluasi subsidi kendaraan listrik: bagaimana sepeda motor bersubsidi belum mampu gaet masyarakat miskinKrisna Gupta, Politeknik APP Jakarta dan Hasran, Center for Indonesian Policy Studies
Pembiayaan jumbo transisi energi Indonesia harus menjamin keadilan agar tak merugikan pekerja dan masyarakatFikri Muhammad, Climateworks Centre