Seni sebagai imun sosial: Pendekatan transdisiplin perlu libatkan pengetahuan di luar kampusAri Palawi, Universitas Syiah Kuala
Dari ‘Bridgerton’ hingga ‘Heated Rivalry’, apa resep sukses adaptasi buku ke TV?Jodi McAlister, Deakin University dan Jayashree Kamble, City University of New York
Indonesia kekurangan tenaga ahli kesehatan jiwa, bisakah program Titian jadi solusinya?Eunike Sri Tyas Suci, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di IndonesiaPutu Sukma Kurniawan, Universitas Pendidikan Ganesha dan M. Fasha Rouf, The University of Queensland
Paradoks pendidikan guru: Cemas soal kesejahteraan, mahasiswa enggan mengajar setelah lulusA. MUH. ALI, Universitas Negeri Makassar
Negara minta guru jadi konselor: Tak adil bagi guru, tak aman buat siswaFarieda Ilhami Zulaikha, University of Sydney dan Mirah Mahaswari, Monash University
Bencana membuat anak rentan putus sekolah. Apa solusinya menurut riset?Lolita Moorena, Australian National University dan Elghafiky Bimardhika, Australian National University
Saat kesalahan karya ilmiah dibiarkan: Penerbit tetap untung, publik yang rugiDouglas Sheil, Wageningen University dan Erik Meijaard, University of Kent
Ketika publik tak lagi percaya ahli, bagaimana memulihkan Indonesia dari krisis kepakaran?Arief Anshory Yusuf, Universitas Padjadjaran
Sekadar tahu sains terbuka tidak cukup untuk mencegah perilaku riset tidak etisAbdul Hadi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Akses jurnal ilmiah perlu dipermudah untuk bentuk ekosistem pengetahuan nasionalIlham Akhsanu Ridlo, Universitas Airlangga
Kontroversi penulis dan ‘reviewer’ AI dalam penerbitan karya ilmiahRohmatulloh, Universitas Islam An Nur Lampung
Terjemahan yang mustahil: Mengapa beberapa kata sulit dialihbahasakanMark W. Post, University of Sydney
Semakin banyak menguasai bahasa, semakin kecil risiko penuaan diniElga Ahmad Prayoga, La Rochelle Université
‘Nyahroni’ dan ‘rakyat jelita’: Ekspresi politik kaum muda Indonesia lewat kreativitas bahasaNurenzia Yannuar, Universitas Negeri Malang
“Siap, Ndan!”: Bahaya penggunaan bahasa militeristik dalam kehidupan sehari-hariBilly Nathan Setiawan, CQUniversity Australia
Survei membuktikan, mayoritas dosen Indonesia alami kekerasan di kampusDian Noeswantari, Universitas Surabaya
3 alasan pendidikan di Indonesia belum berhasil memerdekakan manusiaRizma Afian Azhiim, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
#JanganJadiDosen: mengapa gaji dosen tak sebanding dengan beban pekerjaannya?Muammar Syarif, The ConversationDengar selengkapnya
Cek Fakta: benarkah guru swasta yang diangkat jadi PPPK otomatis berubah status menjadi guru negeri?Hayu Rahmitasari, The Conversation
Dari ‘Bridgerton’ hingga ‘Heated Rivalry’, apa resep sukses adaptasi buku ke TV?Jodi McAlister, Deakin University dan Jayashree Kamble, City University of New York
Tanaman obat Alor: Warisan tradisi lisan dan sains lokalFrancesco Perono Cacciafoco, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
Popularitas lagu ‘Gus Dur (Pendekar Rakyat)’: Cap pahlawan tidak harus datang dari negaraAnwar Kurniawan, Institut Seni Indonesia Surakarta
Alkitab sedikit menceritakan masa kecil Yesus, tapi umat kristen abad pertengahan menikmati kisah yang menggambarkannya sebagai sosok suci yang “nakal”Mary Dzon, University of Tennessee
Memahami tren populisme dan otoritarianisme melalui pemikiran Hannah ArendtMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Tan Malaka untuk pemula: Sejauh mana kita bisa mempercayai mitos?Dominikus Sukristiono, Universitas Sanata Dharma
Nasionalisme dalam sepak bola menurut teori filsafat permainanMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Bagaimana masa depan LPDP imbas kisruh pamer paspor asing?Septian Bayu Kristanto, Universitas Kristen Krida Wacana
When science discourages correction: How publishers profit from mistakesDouglas Sheil, Wageningen University dan Erik Meijaard, University of Kent
‘Kapitil’ resmi masuk KBBI: Dilema ejaan baku vs bahasa sehari-hariNurenzia Yannuar, Universitas Negeri Malang dan Ekarina, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Ramai kasus ‘Mens Rea’: Mengapa kita memaknai humor secara berbeda?Imam Hanafi, Universitas Negeri Surabaya