Kalau AI bisa instan menerjemahkan, buat apa belajar bahasa asing?Olivia Maurice, Western Sydney University; University of Sydney dan Mark Antoniou, Western Sydney University
Bagaimana memilih ‘daycare’ aman dan berkualitas untuk anak?Dhian Gowinda Luh Safitri, Universitas Negeri Surabaya
‘Consent’ adalah prinsip utama dalam ‘Kamasutra’: Apa yang bisa kita pelajari darinya?Sharha, Cardiff Metropolitan University
7 ahli membedah program pendidikan Prabowo, dari Sekolah Rakyat hingga digitalisasi pembelajaranHayu Rahmitasari, The Conversation
Menutup prodi demi memasok industri: Solusi atau penyempitan fungsi pendidikan?Muhammad Ifan Fadillah, Universitas Pendidikan Indonesia
Demi efisiensi anggaran, perlukah sampai mengorbankan pendidikan?Mushonnifun Faiz Sugihartanto, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Mengapa Sekolah Garuda membuat pendidikan semakin tidak inklusifFikri Muslim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Saat kesalahan karya ilmiah dibiarkan: Penerbit tetap untung, publik yang rugiDouglas Sheil, Wageningen University dan Erik Meijaard, University of Kent
Ketika publik tak lagi percaya ahli, bagaimana memulihkan Indonesia dari krisis kepakaran?Arief Anshory Yusuf, Universitas Padjadjaran
Sekadar tahu sains terbuka tidak cukup untuk mencegah perilaku riset tidak etisAbdul Hadi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Akses jurnal ilmiah perlu dipermudah untuk bentuk ekosistem pengetahuan nasionalIlham Akhsanu Ridlo, Universitas Airlangga
Kontroversi penulis dan ‘reviewer’ AI dalam penerbitan karya ilmiahRohmatulloh, Universitas Islam An Nur Lampung
Ungkapan Bugis Kuru’ Sumange’: Ketika ‘terima kasih’ adalah tindakan, bukan sekadar ucapanGusnawaty Gusnawaty, Universitas Hasanuddin
‘Kapitil’ resmi masuk KBBI: Dilema ejaan baku vs bahasa sehari-hariNurenzia Yannuar, Universitas Negeri Malang dan Ekarina, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Terjemahan yang mustahil: Mengapa beberapa kata sulit dialihbahasakanMark W. Post, University of Sydney
Semakin banyak menguasai bahasa, semakin kecil risiko penuaan diniElga Ahmad Prayoga, La Rochelle Université
Survei membuktikan, mayoritas dosen Indonesia alami kekerasan di kampusDian Noeswantari, Universitas Surabaya
3 alasan pendidikan di Indonesia belum berhasil memerdekakan manusiaRizma Afian Azhiim, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
#JanganJadiDosen: mengapa gaji dosen tak sebanding dengan beban pekerjaannya?Muammar Syarif, The ConversationDengar selengkapnya
Cek Fakta: benarkah guru swasta yang diangkat jadi PPPK otomatis berubah status menjadi guru negeri?Hayu Rahmitasari, The Conversation
Riset: Komik dan animasi mempercepat pemahaman tentang penularan virus melalui udaraRino Putama, The Conversation
Dari ‘Bridgerton’ hingga ‘Heated Rivalry’, apa resep sukses adaptasi buku ke TV?Jodi McAlister, Deakin University dan Jayashree Kamble, City University of New York
Tanaman obat Alor: Warisan tradisi lisan dan sains lokalFrancesco Perono Cacciafoco, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
Popularitas lagu ‘Gus Dur (Pendekar Rakyat)’: Cap pahlawan tidak harus datang dari negaraAnwar Kurniawan, Institut Seni Indonesia Surakarta
Memahami tren populisme dan otoritarianisme melalui pemikiran Hannah ArendtMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Tan Malaka untuk pemula: Sejauh mana kita bisa mempercayai mitos?Dominikus Sukristiono, Universitas Sanata Dharma
Nasionalisme dalam sepak bola menurut teori filsafat permainanMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Program studi dianggap tidak relevan, apakah ditutup solusinya?Dicki Mahardika, The ConversationDengar selengkapnya
Cracking the code: How a “prediction machine” is resurrecting the Singapore StoneFrancesco Perono Cacciafoco, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
LPDP makin galak di 2026: Sanksi pajang nama & denda miliaran rupiahHayu Rahmitasari, The Conversation dan Muammar Syarif, The ConversationDengar selengkapnya
Bagaimana masa depan LPDP imbas kisruh pamer paspor asing?Septian Bayu Kristanto, Universitas Kristen Krida Wacana