Larangan medsos untuk usia di bawah 16 tahun: Bisakah melindungi anak-anak di ruang digital?Johanes De Brito Siga Nono, Universitas Nusa Cendana
Misteri dalam prasasti: Bagaimana perangkat lunak beralgoritma ‘membaca’ batu SingapuraFrancesco Perono Cacciafoco, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
Mengapa Muslim tak selalu merayakan Idulfitri di hari yang sama meski tinggal di satu negara?Zuleyha Keskin, Charles Sturt University
Nasib perempuan peneliti di Indonesia: Mesti berjuang ekstra untuk raih legitimasi publikIsnawati Hidayah, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di IndonesiaPutu Sukma Kurniawan, Universitas Pendidikan Ganesha dan M. Fasha Rouf, The University of Queensland
Paradoks pendidikan guru: Cemas soal kesejahteraan, mahasiswa enggan mengajar setelah lulusA. MUH. ALI, Universitas Negeri Makassar
Negara minta guru jadi konselor: Tak adil bagi guru, tak aman buat siswaFarieda Ilhami Zulaikha, University of Sydney dan Mirah Mahaswari, Monash University
Saat kesalahan karya ilmiah dibiarkan: Penerbit tetap untung, publik yang rugiDouglas Sheil, Wageningen University dan Erik Meijaard, University of Kent
Ketika publik tak lagi percaya ahli, bagaimana memulihkan Indonesia dari krisis kepakaran?Arief Anshory Yusuf, Universitas Padjadjaran
Sekadar tahu sains terbuka tidak cukup untuk mencegah perilaku riset tidak etisAbdul Hadi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Akses jurnal ilmiah perlu dipermudah untuk bentuk ekosistem pengetahuan nasionalIlham Akhsanu Ridlo, Universitas Airlangga
Kontroversi penulis dan ‘reviewer’ AI dalam penerbitan karya ilmiahRohmatulloh, Universitas Islam An Nur Lampung
Terjemahan yang mustahil: Mengapa beberapa kata sulit dialihbahasakanMark W. Post, University of Sydney
Semakin banyak menguasai bahasa, semakin kecil risiko penuaan diniElga Ahmad Prayoga, La Rochelle Université
‘Nyahroni’ dan ‘rakyat jelita’: Ekspresi politik kaum muda Indonesia lewat kreativitas bahasaNurenzia Yannuar, Universitas Negeri Malang
“Siap, Ndan!”: Bahaya penggunaan bahasa militeristik dalam kehidupan sehari-hariBilly Nathan Setiawan, CQUniversity Australia
Survei membuktikan, mayoritas dosen Indonesia alami kekerasan di kampusDian Noeswantari, Universitas Surabaya
3 alasan pendidikan di Indonesia belum berhasil memerdekakan manusiaRizma Afian Azhiim, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
#JanganJadiDosen: mengapa gaji dosen tak sebanding dengan beban pekerjaannya?Muammar Syarif, The ConversationDengar selengkapnya
Cek Fakta: benarkah guru swasta yang diangkat jadi PPPK otomatis berubah status menjadi guru negeri?Hayu Rahmitasari, The Conversation
Dari ‘Bridgerton’ hingga ‘Heated Rivalry’, apa resep sukses adaptasi buku ke TV?Jodi McAlister, Deakin University dan Jayashree Kamble, City University of New York
Tanaman obat Alor: Warisan tradisi lisan dan sains lokalFrancesco Perono Cacciafoco, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
Popularitas lagu ‘Gus Dur (Pendekar Rakyat)’: Cap pahlawan tidak harus datang dari negaraAnwar Kurniawan, Institut Seni Indonesia Surakarta
Alkitab sedikit menceritakan masa kecil Yesus, tapi umat kristen abad pertengahan menikmati kisah yang menggambarkannya sebagai sosok suci yang “nakal”Mary Dzon, University of Tennessee
Memahami tren populisme dan otoritarianisme melalui pemikiran Hannah ArendtMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Tan Malaka untuk pemula: Sejauh mana kita bisa mempercayai mitos?Dominikus Sukristiono, Universitas Sanata Dharma
Nasionalisme dalam sepak bola menurut teori filsafat permainanMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Cracking the code: How a “prediction machine” is resurrecting the Singapore StoneFrancesco Perono Cacciafoco, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
LPDP makin galak di 2026: Sanksi pajang nama & denda miliaran rupiahHayu Rahmitasari, The Conversation dan Muammar Syarif, The ConversationDengar selengkapnya
Bagaimana masa depan LPDP imbas kisruh pamer paspor asing?Septian Bayu Kristanto, Universitas Kristen Krida Wacana
When science discourages correction: How publishers profit from mistakesDouglas Sheil, Wageningen University dan Erik Meijaard, University of Kent