Kamus tidak pernah netral: Bagaimana KBBI daring menyimpan relasi kuasa dan bias genderFariz Alnizar, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA)
MBG terus menuai korban: 50 ribu siswa keracunan, miliaran duit warga terbuangIsnawati Hidayah, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan Media Wahyudi Askar, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
Ribuan sekolah nyaris roboh, mengapa MBG yang lebih diprioritaskan?Isnawati Hidayah, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
Layanan dapur MBG terkonsentrasi di Jawa: Bagaimana nasib pelajar di pulau lain?Jonathan Farez Satyadharma, SMERU Research Institute dan Pranindiska Nurlistyo Naistana, SMERU Research Institute
Guru kerepotan, siswa kelaparan: MBG mengganggu banyak kegiatan belajar-mengajar di sekolahClaudia Rosari Dewi, Universitas Sanata Dharma dan Ani Nur Mujahidah Rasunnah, Nalar Institute
Kasus Unsoed dan korupsi di kampus: Ketika jabatan di institusi berasa milik pribadiZainal Abidin, Universitas Padjadjaran
Jalan pintas untuk terlihat berhasil: Sisi psikologis dari kasus penipuan riset di konferensi internasionalAldani Putri Wijayanti, Universitas Diponegoro dan Fika Nadia Tirta Maharani, Universitas Diponegoro
‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di IndonesiaPutu Sukma Kurniawan, Universitas Pendidikan Ganesha dan M. Fasha Rouf, The University of Queensland
AI makin jago berhitung, guru perlu ajarkan matematika secara kritisSitti Maesuri Patahuddin, University of Canberra
AI masuk kurikulum pendidikan: Sesuai kebutuhan zaman atau terlalu dipaksakan?Dewi N. Piliang, The Conversation; Hayu Rahmitasari, The Conversation; Muammar Syarif, The Conversation, dan Robby Irfany Maqoma, The ConversationDengar selengkapnya
2 tantangan menggunakan AI untuk pendidikan inklusif di IndonesiaMeicky Shoreamanis, Universitas Pelita Harapan
Mahir bahasa asing saja tidak cukup, komunikasi antarbudaya lebih diperlukan untuk cari kerjaBilly Nathan Setiawan, CQUniversity Australia dan Elga Ahmad Prayoga, La Rochelle Université
Ironi pernyataan Presiden: Perlukah kita belajar bahasa Prancis di tengah krisis literasi?Idham Raharfian, Université catholique de Louvain (UCLouvain)
Paradoks publikasi jurnal: Diwajibkan oleh negara, tapi biayanya dibebankan ke dosenBayu Sindhu Raharja, Universitas Gadjah Mada
Survei membuktikan, mayoritas dosen Indonesia alami kekerasan di kampusDian Noeswantari, Universitas Surabaya
Kilas balik hingga narasi acak: Mengapa para pembuat film gemar bermain-main dengan waktu?Ben McCann, Adelaide University
Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup kebudayaanMuhammad Rayhan Sudrajat, The University of Melbourne
Musik tidak lahir ‘satanik’: Kita yang memaknainya sebagai kejahatanMuhammad Rayhan Sudrajat, The University of Melbourne
Anne Carson, peraih Nobel Sastra yang menyibak kemungkinan baru dalam berbahasaLaura Jansen, University of Bristol
Kapan sikap ‘apolitis’ menjadi tindakan politik? Pakar etika soroti kontroversi Ed SheeranJacqueline Boaks, Curtin University
Tan Malaka untuk pemula: Sejauh mana kita bisa mempercayai mitos?Dominikus Sukristiono, Universitas Sanata Dharma
Memahami tren populisme dan otoritarianisme melalui pemikiran Hannah ArendtMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Trinitas bagian dari misteri Allah, tapi kita bisa memahaminya dengan perspektif filsafatMartinus Ariya Seta, Universitas Sanata Dharma
Mengapa Sekolah Garuda membuat pendidikan semakin tidak inklusifFikri Muslim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Bagaimana menerapkan kurikulum berdampak dan inklusif: Pelajaran dari ThailandVritta Amroini Wahyudi, Universitas Muhammadiyah Malang