Kalau AI bisa instan menerjemahkan, buat apa belajar bahasa asing?Olivia Maurice, Western Sydney University; University of Sydney dan Mark Antoniou, Western Sydney University
Riset media sosial di 43 negara: Bahaya kesehatan mental mengintai remaja kurang mampuRoger Fernandez-Urbano, Universitat de Barcelona; Maria Rubio-Cabañez, Universitat Autònoma de Barcelona, dan Pablo Gracia, Universitat Autònoma de Barcelona
Toleransi di ruang digital: Bagaimana tayangan Youtube ‘Login’ menggeser metode dakwah konvensionalAnwar Kurniawan, Institut Seni Indonesia Surakarta dan Syafawi Ahmad Qadzafi
Bukan ‘malas’, penampilan Justin Bieber di Coachella menunjukkan cara kita menikmati musik daringMike Callander, RMIT University
Trik ‘marketing’ jitu Denny Caknan meneruskan Didi Kempot memopulerkan musik JawaMuchammad Saifuddin, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Dari ‘Bridgerton’ hingga ‘Heated Rivalry’, apa resep sukses adaptasi buku ke TV?Jodi McAlister, Deakin University dan Jayashree Kamble, City University of New York
Di tengah dunia yang ‘sepi’, maraknya ‘teman AI’ bawa risiko mental bahkan nyawaDaniel You, University of Sydney; Micah Boerma, University of Southern Queensland, dan Yuen Siew Koo, Macquarie University
Cara membahas masalah tanpa menimbulkan pertengkaran: Tip dari ahliJessica Robles, Loughborough University
Cemas saat berulang tahun? Simak tip psikolog untuk hadapi ‘birthday blues’Jolanta Burke, RCSI University of Medicine and Health Sciences
Demotivasi bukan kemalasan: Pahami sinyal psikologis yang satu iniNur'aini Azizah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Hadapi rentannya emosi remaja, sekolah perlu kembangkan ekosistem empatiCharyna Ayu Rizkyanti, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Tak hanya akurat tapi harus menghibur: Preferensi informasi ala Gen ZRatna Puspita, Universitas Pembangunan Jaya
Realita ‘freelance’ pekerja kreatif: Banyak kerja sambilan, minim perlindunganHeidi Ashton, University of Warwick