Rencana bansos tunai Rp5,4 juta per orang, mampukah AI menyasar kelompok yang tepat?Jonathan Farez Satyadharma, SMERU Research Institute
Bukan cuma ‘chatbot’: kenapa para raksasa teknologi berlomba membuat agen AI untuk bisnis?Guy Bate, University of Auckland, Waipapa Taumata Rau
Deteksi tuberkulosis pakai AI cepat dan akurat: Mampukah menjawab keterbatasan dokter di daerah?Antonia Morita Iswari Saktiawati, Universitas Gadjah Mada ; Tiara Marthias, The University of Melbourne, dan Wahyono, Universitas Gadjah Mada
Bahaya bertanya ke AI: Separuh jawaban kesehatan menyesatkan, meski terdengar meyakinkanCarsten Eickhoff, University of Tübingen
Artemis-II dan kembalinya manusia ke Bulan setelah 50 tahun: Layakkah Indonesia bergabung?Taufik Rachmat Nugraha, Universitas Padjadjaran
Asteroid 2024 YR4 disebut tak jadi tabrak Bumi, tapi ancaman kejatuhan benda luar angkasa selalu adaRino Putama, The Conversation
Ruang angkasa kian padat, sampah antariksa jatuh dari langit: Bagaimana mitigasinya?Taufik Rachmat Nugraha, National University of Singapore
Riset satu dekade: Migrasi hiu paus Indo-Pasifik lintasi 13 negara dengan pola tak seragamMochamad Iqbal Herwata Putra, Konservasi Indonesia dan Edy Setyawan, Elasmobranch Institute Indonesia
Efektivitas modifikasi cuaca masih diperdebatkan ilmuwan: Mengapa di Indonesia justru semakin diandalkan?Juwita Nirmala Sari, Monash University dan Fitria Puspita Sari, University of Wisconsin-Madison
Bagaimana melindungi warga miskin dari panas kota? Belajar dari ruang pendingin di kampung SurabayaNimas Maninggar, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Peneliti Indonesia berhasil kembangkan metode eDNA untuk temukan keberadaan hiu berjalan endemik di Raja AmpatEdy Setyawan, Elasmobranch Institute Indonesia dan Danang Ambar Prabowo, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Jejak pengetahuan astronomi Nusantara sejak lebih dari 1000 tahun lalu: Dari candi hingga prasasti kunoKharisma Nabila, Universitas Gadjah Mada
Meluruskan sejarah: Arca Buddha Sempaga bukan rusak karena terbakar di ParisHarry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Teka-teki situs Gunung Padang: Bukan piramida, tapi punden berundakHarry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Anak gampang tantrum akibat sering nonton video pendek: Ternyata fungsi otak tergangguHans Christian, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Anak dikepung konten digital? TV bisa bentuk kebiasaan menonton yang lebih terkontrolNuzul Solekhah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Hati-hati tergoda diskon, kenali trik psikologis yang mengelabui otak dan memicu perilaku belanja impulsifCathrine Jansson-Boyd, Anglia Ruskin University
Riset: Musik bisa mengubah cara kita mengingat kenangan masa laluYiren Ren, Georgia Institute of Technology
Dari gawai warga, Thailand pantau penyebaran penyakit hingga ke desa: Apa yang bisa dipelajari Indonesia?Mutiara Indriani, Australian National University dan naruemon thabchumpon, Chulalongkorn University
Saat ‘drone’ kamikaze seharga motor menjebol pertahanan udara Rp60 miliar: Mengenal era demokratisasi presisiRachmad Andri Atmoko, Universitas Brawijaya
DeepSeek disebut sukses ubah citra Cina dari ‘penjiplak’ ke inovator, persaingan AS-Cina di sektor AI kian panasWanning Sun, University of Technology Sydney dan Marina Yue Zhang, University of Technology Sydney
Bukan sekadar ‘pengungsian’ TikTok, RedNote jadi kemenangan tak terduga bagi ‘soft power’ CinaTom Harper, University of East London
Benarkah efek CT scan bisa tingkatkan risiko kanker di kemudian hari?Herlina Uinarni, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains wargaEdy Setyawan, Elasmobranch Institute Indonesia dan Mochamad Iqbal Herwata Putra, Konservasi Indonesia
Di hutan Papua, kami menemukan ‘Tous'—genus mamalia baru yang diduga punah 6.000 tahun laluErik Meijaard, University of Kent; Kristofer M. Helgen, University of Technology Sydney, dan Tim Flannery, Australian Museum
Mengenal sabuk hujan tropis: Urat nadi kehidupan yang mengatur irama musim IndonesiaEko Supriyadi, IPB University
‘Gene editing’ di Indonesia: Bisakah bioteknologi baru menjawab masalah klasik pertanian?Emily A. Buddle, Adelaide University ; Gloria Fransisca Katharina Lawi, dan Joan Leach, Australian National University
Tidak perlu latah negara lain, Indonesia bisa unggul jika fokus pada riset tumbuhanWawan Sujarwo, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Pestisida RNA jadi solusi baru membasmi hama, bagaimana peluang dan tantangan penerapannya di Indonesia?Pijar Religia, Osaka University
Apakah konten receh menyebabkan ‘brain rot’? Jawabannya tidak sesederhana ituAbdul Hadi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Anastasia Purwanti Putri Wahyu, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Ketika pemberitaan penuh tekanan, bagaimana cara tetap ‘update’ tanpa ‘doomscrolling’?Lisa Harrison, Flinders University
Ada risiko penguntitan hingga teror mistis akibat ‘Dating Apps’, bagaimana menghindarinya?Paulus Angre Edvra, Unika Soegijapranata
Mendidik anak tentang literasi digital jauh lebih efektif ketimbang melarang mereka bermain medsosSusan Grantham, Griffith University dan Aida Hurem, Southern Cross University