Setop bilang ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ ke ChatGPT bisa selamatkan Bumi? Faktanya tak sesederhana ituRichard Morris, Lincoln University, New Zealand
AI bisa makin pintar tanpa mengintip data pribadi kita: Mengenal ‘federated learning’Rachmad Andri Atmoko, Universitas Brawijaya
Masyarakat mulai lelah terhadap AI: Berpeluang makin masif di masa depanImam Salehudin, Universitas Indonesia; Dwi Widiastri, Universitas Indonesia, dan Gita Gayatri, Universitas Indonesia
Di tengah dunia yang ‘sepi’, maraknya ‘teman AI’ bawa risiko mental bahkan nyawaDaniel You, University of Sydney; Micah Boerma, University of Southern Queensland, dan Yuen Siew Koo, Macquarie University
Asteroid 2024 YR4 disebut tak jadi tabrak Bumi, tapi ancaman kejatuhan benda luar angkasa selalu adaRino Putama, The Conversation
Ruang angkasa kian padat, sampah antariksa jatuh dari langit: Bagaimana mitigasinya?Taufik Rachmat Nugraha, National University of Singapore
Bisnis antariksa ‘booming’ meski berisiko, akankah tamasya ruang angkasa semakin murah?Chris Impey, University of Arizona
Teknologi eDNA: Terobosan baru menyingkap kehidupan laut dalam dengan mudah dan murahMuhammad Danie Al Malik, Universitas Diponegoro dan Ni Kadek Dita Cahyani, Universitas Diponegoro
Nanofiber: Inovasi baru untuk alternatif produk tanpa bahan kimia berbahayaRizky Aflaha, Universitas Gadjah Mada
Inovasi teknologi untuk mengurangi biaya produksi bioetanol berbasis limbahDr. Eng. Ir. Amaliyah Rohsari Indah Utami, IPM, Telkom University
Bagaimana sains warga membantu dokumentasi keanekaragaman hayati di desa-desa terpencil KalimantanErik Meijaard, University of Kent dan Emily Meijaard
Meluruskan sejarah: Arca Buddha Sempaga bukan rusak karena terbakar di ParisHarry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Teka-teki situs Gunung Padang: Bukan piramida, tapi punden berundakHarry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Temuan logam tertua di Gua Harimau Sumatra Selatan: Tanda awal kebangkitan zaman logam di IndonesiaHarry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Anak gampang tantrum akibat sering nonton video pendek: Ternyata fungsi otak tergangguHans Christian, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Anak dikepung konten digital? TV bisa bentuk kebiasaan menonton yang lebih terkontrolNuzul Solekhah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Hati-hati tergoda diskon, kenali trik psikologis yang mengelabui otak dan memicu perilaku belanja impulsifCathrine Jansson-Boyd, Anglia Ruskin University
Riset: Musik bisa mengubah cara kita mengingat kenangan masa laluYiren Ren, Georgia Institute of Technology
X setelah 8 bulan Elon Musk menjabat: Ujaran kebencian meningkat hebatMichael Jensen, University of Canberra
DeepSeek disebut sukses ubah citra Cina dari ‘penjiplak’ ke inovator, persaingan AS-Cina di sektor AI kian panasWanning Sun, University of Technology Sydney dan Marina Yue Zhang, University of Technology Sydney
Bukan sekadar ‘pengungsian’ TikTok, RedNote jadi kemenangan tak terduga bagi ‘soft power’ CinaTom Harper, University of East London
Benarkah kacamata AR akan segera menggantikan smartphone seperti klaim CEO Meta?Martie-Louise Verreynne, The University of Queensland
Laba-laba ternyata ‘mencium bau’ dengan kakinyaDan-Dan Zhang, Lund University; Gabriele Uhl, University of Greifswald, dan Hong-Lei Wang, Lund University
‘Gene editing’ di Indonesia: Bisakah bioteknologi baru menjawab masalah klasik pertanian?Emily A. Buddle, Adelaide University ; Gloria Fransisca Katharina Lawi, dan Joan Leach, Australian National University
Tidak perlu latah negara lain, Indonesia bisa unggul jika fokus pada riset tumbuhanWawan Sujarwo, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Pestisida RNA jadi solusi baru membasmi hama, bagaimana peluang dan tantangan penerapannya di Indonesia?Pijar Religia, Osaka University
Indonesia pengguna pestisida terbesar ketiga dunia, tapi riset efeknya masih kurangPijar Religia, Osaka University
Apakah konten receh menyebabkan ‘brain rot’? Jawabannya tidak sesederhana ituAbdul Hadi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Anastasia Purwanti Putri Wahyu, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Ketika pemberitaan penuh tekanan, bagaimana cara tetap ‘update’ tanpa ‘doomscrolling’?Lisa Harrison, Flinders University
Ada risiko penguntitan hingga teror mistis akibat ‘Dating Apps’, bagaimana menghindarinya?Paulus Angre Edvra, Unika Soegijapranata
Mendidik anak tentang literasi digital jauh lebih efektif ketimbang melarang mereka bermain medsosSusan Grantham, Griffith University dan Aida Hurem, Southern Cross University