Tanggal kedaluwarsa produk kosmetik bukan akal-akalan ‘marketing’: Ada standar ilmiah di baliknyaAzhoma Gumala, Universitas Andalas dan Annisa Fauzana, Universitas Andalas
5,2 juta kaum muda kena penyakit asam urat: Risiko meningkat akibat pangan ultraproses dan obesitasYulius Dony, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Bukan sekadar tren: Bagaimana perubahan iklim dan pengaruh ‘runfluencer’ mengancam hobi lari kita?Madeleine Orr, University of Toronto dan Caitlin Felteau-McInnis, University of Toronto
‘Smartwatch’ enggak selalu akurat: Sains ungkap 6 cara perangkat ini bohongi kitaHunter Bennett, Adelaide University
Hantavirus sangat mematikan: Mengapa virus ini bisa menyebar di kapal pesiar?Thomas Jeffries, Western Sydney University
Hasil timbangan anak bebani para ibu: Cap negatif dari tenaga posyandu hambat kasus ‘wasting’ dan ‘stunting’Bintang Qanitah Putri, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI)
Deteksi tuberkulosis pakai AI cepat dan akurat: Mampukah menjawab keterbatasan dokter di daerah?Antonia Morita Iswari Saktiawati, Universitas Gadjah Mada ; Tiara Marthias, The University of Melbourne, dan Wahyono, Universitas Gadjah Mada
Kasus campak Indonesia tertinggi kedua di dunia: Efek mengerikan hoaks dan narasi antivaksinErmi Ndoen, Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Kupang
Bagaimana mencegah penyakit menular akibat banjir ketika pemerintah tak bisa diandalkan?Ronny Soviandhi, Universitas Gadjah Mada
Virus Nipah ditemukan di Indonesia, tapi mengapa belum ada kasus penularan pada manusia?Arif Nur Muhammad Ansori, Universitas Airlangga; Arli Aditya Parikesit, Indonesia International Institute for Life Sciences; Ronny Soviandhi, Universitas Gadjah Mada , dan Yudhi Nugraha, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Warga Indonesia gemar berbagi: Filantropis lokal berpotensi tutupi kesenjangan layanan diabetesHasna Fikriya, Universitas Gadjah Mada
Rokok ilegal: Narasi berulang untuk menghambat kenaikan cukaiMuhammad Zulfiqar Firdaus, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI)
Mengapa deteksi dini kanker lebih baik daripada mengobati saat sudah parah?Ardo Sanjaya, Universitas Kristen Maranatha
Diabetes tipe 5 jadi varian baru: Ini beberapa jenis diabetes yang perlu kamu tahuCraig Beall, University of Exeter
MBG bisa racuni lansia: Pemenuhan gizi lanjut usia tidak bisa sembaranganGrace Wangge, Monash University
Orang demensia rentan ‘kabur’ dari rumah: Bagaimana cara mendampingi mereka?Kevin Kristian, Monash University
Lansia rentan depresi, tapi banyak keluarga tidak menyadari: Stigma jadi pemicunyaResti Pujihasvuty, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Penuaan mungkin bisa diperlambat lewat molekul RNA-mikro yang mengendalikan gen kitaAna Lucia Ekowati, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ; Francisca Tjhay, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya , dan William William, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Hasil timbangan anak bebani para ibu: Cap negatif dari tenaga posyandu hambat kasus ‘wasting’ dan ‘stunting’Bintang Qanitah Putri, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI)
Bukan tanggung jawab istri untuk menertibkan suami: Laki-laki harus punya kesadaran aktif berhenti merokokNurul Kodriati, Universitas Ahmad Dahlan; Georgia State University dan Supriyatiningsih Wenang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Remaja ‘fatherless’ lebih rentan merokok: Kehadiran ayah sangat penting bagi anakZata Ismah, Universitas Islam Negeri Raden Fatah dan Fatma Indriani, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Bukan sekadar tren: Bagaimana perubahan iklim dan pengaruh ‘runfluencer’ mengancam hobi lari kita?Madeleine Orr, University of Toronto dan Caitlin Felteau-McInnis, University of Toronto
‘Smartwatch’ enggak selalu akurat: Sains ungkap 6 cara perangkat ini bohongi kitaHunter Bennett, Adelaide University
Jangan asal FOMO padel: Tidak semua olahraga cocok buat tubuh kitaRizky Sugianto Putri, Universitas Airlangga
Lansia rentan jatuh akibat otot melemah: Latihan kekuatan bisa mencegahnyaChristopher Hurst, Newcastle University
Benarkah sering ejakulasi bisa kurangi risiko kanker prostat? Jawabannya tidak sesederhana ituDaniel Kelly, Sheffield Hallam University
Saat negara absen, media sosial jadi ‘guru seks’ yang berisiko bagi remajaPaskalia, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Nyeri endometriosis sering disepelekan, padahal bisa picu disabilitas hingga sulit punya anakMutiara Riani, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan William William, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Jumlah sperma laki-laki sedunia menurun 50%: Penyebab jutaan pasutri di Indonesia sulit punya anak?William William, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Ketika mi instan lebih murah dari sayur: Obesitas kini banyak dialami warga miskinFebri Pangestu, Griffith University
Keracunan massal pada MBG: Akibat aturan keamanan pangan hanya formalitas?Henry Surendra, Monash University; Arif Sujagat, Australian National University, dan Grace Wangge, Monash University
60% pasien TB berisiko kurang gizi: Pemenuhan nutrisi justru bisa percepat pemberantasan tuberkulosisDeyo Alfa Christian, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI)
Bahaya ‘gas tertawa’ bisa merusak otak dan picu kematian mendadak: Mengapa masih dijual bebas?Andrew Yockey, University of Mississippi
Riset: Mengingat kenangan indah masa lalu bisa redakan rasa sakit kitaJessica Christina Widhigdo, Universitas Ciputra
Anak rentan bunuh diri karena sulit mengelola emosi: Ada terapi khusus untuk meredamnyaDarien Alfa Cipta, Monash University
Tidur siang selama puasa Ramadan bantu otak lebih fokus dan berpikir cepatTimothy Hearn, University of Cambridge; Anglia Ruskin University
Mindfulness sebenarnya soal ‘mengingat’: latihan untuk kembali ke momen saat iniJeremy David Engels, Penn State
Bunga telang: Potensi baru untuk obati penyakit bakteri kebal antibiotikRatih Kartika Dewi, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
Dosis kecil ganja diduga bisa perlambat penurunan kemampuan berpikir pasien AlzheimerFabricio Pamplona, Universidade Federal de Santa Catarina (UFSC)
Efek samping Ozempic dapat meningkatkan risiko bunuh diri dan kehamilan tak diinginkanNial Wheate, Macquarie University
Bagaimana membuat temulawak Indonesia mendunia? Belajar dari ginseng Korea SelatanYori Yuliandra, Universitas Andalas dan Elfahmi, Institut Teknologi Bandung
Bahaya bertanya ke AI: Separuh jawaban kesehatan menyesatkan, meski terdengar meyakinkanCarsten Eickhoff, University of Tübingen
Koperasi Merah Putih sedot dana desa: Hak kesehatan masyarakat daerah terancamAmanda Tan, Monash University dan Grace Wangge, Monash University
Tunjangan Rp30 juta untuk dokter spesialis tak menyelesaikan masalah, justru memicu ketimpangan baruRyan Rachmad Nugraha, Universitas Gadjah Mada dan Amirah Ellyza Wahdi, Universitas Gadjah Mada
BPJS jutaan warga terputus: Tata kelola buruk korbankan pasien dan fasilitas kesehatanAditya Prasanda, The Conversation
Tanggal kedaluwarsa produk kosmetik bukan akal-akalan ‘marketing’: Ada standar ilmiah di baliknyaAzhoma Gumala, Universitas Andalas dan Annisa Fauzana, Universitas Andalas
Mengapa banyak produk kosmetik mengandung asbes?Ashley Howkins, Brunel University of London dan Lorna Anguilano, Brunel University of London
Sering dikira panu, kusta pada anak justru bisa sebabkan disabilitasAstri Ferdiana, Universitas Mataram dan Dedianto Hidajat, Universitas Mataram
‘Glowingnya’ industri kosmetik nasional, masyarakat perlu waspadaVendra Setiawan, Universitas Surabaya
Why people with dementia wander – and how families can keep them safeKevin Kristian, Monash University
Ending malaria in Papua: Why oral communication matters as much as medicineErmi Ndoen, Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Kupang; Ari Probandari, Universitas Sebelas Maret; E. Elsa Herdiana Murhandarwati, Universitas Gadjah Mada ; Kharisma Dewi, Universitas Gadjah Mada , dan Rhondemo Kikon
Ending TB in Southeast Asia: ASEAN’s vaccine diplomacy and digital health toolsMochammad Fadjar Wibowo, National University of Singapore dan Mutiara Indriani, Australian National University
Words matter to people living with cancer. Here’s how verbal microaggressions affect their mental stateMadhu Neupane Bastola, Hong Kong Polytechnic University dan Margo Louise Turnbull, Hong Kong Polytechnic University